Monday, January 2, 2012

4.2 Modul Sales pada MYOB

4.2 Modul Sales pada MYOB

Modul Sales
Fasilitas modul Sales digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang atau jasa, retur penjualan dan penerimaan yang berhubungan dengan penjualan tersebut. Selain itu, MYOB juga menyediakan tiga pilihan modul penjualan yaitu mulai dari  Quote,  Order,  Invoice, Receive  Payments,  dan  Transaction Journals. Pada dasarnya pemrosesan data dengan menu Sales  hampir sama dengan mengisi faktur penjualan dalam praktik akuntansi secara manual. Dari  Pulldpwn Menu Command Centres> klik Sales> klik Enter Sales.


Enter Quotes
 Form ini berguna untuk membuat permohonan (Quote) dari pelanggan atas penjualan suatu barang dagangan/item. Transaksi  Quote ini tidak akan dijurnal maupun diposting pada catatan akuntansi perusahaan. Jika Anda telah membuat Quote, maka Quote tersebut dapat dijadikan Order atau bahkan bisa juga langsung dijadikan Sales Invoice kepada bagian penjualan/invoicing. 

Enter Orders 
 Form ini berguna untuk membuat pesanan (Order) dari pelanggan atas penjualan suatu barang dagangan/item. Order penjualan  juga bisa dilakukan secara langsung mengisikannya dari menu Command Centre> klik Sales> klik Enter Sales. Kemudian ubahlah template menjadi ORDER, selanjutnya isikan data Order (sama dengan cara pengisian Quote) yang diperlukan seperti: customer, nomor invoice, tanggal, termin dan data item lainnya yang dipesan. Yang membedakan tampilan Order dengan Quote hanyalah terletak pada bagian bawah sebelah kanan form ada tambahan isian Paid Today, Payment Method, dan Balance Due. Untuk menyimpan hasil pembuatan Order tersebut klik Record.

Enter Invoices
Merupakan formulir untuk mencatat penjualan  barang atau jasa baik  secara tunai maupun kredit. Untuk mengaktifkannya klik  Sales dari jendela  Command Centre dilanjutkan dengan mengklik Enter Sales. Tampilan formulir penjualan barang berbeda dengan faktur untuk penjualan jasa. Proses pencatatan transaksi penjualan dilakukan dengan langkah :
1. Pilih dan klik menu Sales – Enter Sales. Kotak dialog Sales – New Item ditampilkan Jika tampilan yang muncul bukan Sales – New Item, maka Anda harus klik icon Layout yang ada di bagian bawah form Sales dan pilih layout  yang dikehendaki apakah  Item, Service, Profesional, Misellaneous atau Time Billing (Versi 13).
2. Klik  drop-down  dan pilih nama pelanggan pada isian customer, selanjutnya isi data-data transaksi berikut ini.
• Bagian Ship to : secara otomatis terisi alamat (pembeli) pengiriman barang sesuai dengan isian pada Customer Card yang bersangkutan.
• Invoice # : diisi atau secara otomatis terisi nomor faktur.
• Date : cek tanggal transaksi, jika tidak sesuai, ketik secara manual tanggal transaksi tersebut. • Customer PO # : diisi  dengan nomor referensi pemesanan barang dari pelanggan (jika ada).
• Kolom Ship diisi dengan jumlah barang yang dibutuhkan pembeli.
• Kolom Item Number, diisi dengan kode barang  yang dijual dengan cara menempatkan penunjuk mouse, dilanjutkan menekan enter dan diakhiri memilih kode barang yang bersangkutan.
• Kolom Description, secara otomatis terisi nama barang sesuai dengan sesuai dengan kode pada kolom Item Number.
• Kolom Price, secara otomatis terisi harga jual barang (isian Inventory) angka ini dapat diganti jika tidak sesuai dengan harga jual yang diinginkan.
• Kolom Disc. %, diisi dengan persentase potongan penjualan (jika ada).
• Kolom Total, secara otomatis terisi angka hasil perkalian antara jumlah barang dengan harga jual (dikurangi potongan).
• Kolom Job, diisi dengan kode job (jika ada).
• Kolom Tax, secara otomatis terisi kode pajak pertambahan nilai/VAT.
• Kotak isian Salesperson : diisi dengan karyawan bagin penjualan (jika ada).
• Kotak isian Comment : diisi dengan komentar yang akan disampaikan kepada pelanggan (jika ada), komentar ini dibuat melalui menu Sales – Comments & Ship Methods.
• Kotak isian Ship Via : diisi dengan keterangan pengiriman barang (jika ada), keterangan ini dibuat melalui menu Sales – Comments & Ship Methods
• Promised Date : diisi dengan kesanggupan  membayar jika merupakan penjualan kredit (jika ada).
• Journal Memo : secara otomatis berisi keterangan jurnal transaksi yang bersangkutan
• Kotak isian Freight : diisi ongkos angkut pengiriman barang (jika ada).
• Kolom Tax, secara otomatis terisi angka PPN barang yang dijual.
• Kolom Amount : secara otomatis terisi angka total nilai transaksi yang berasal dari : nilai barang yang dijual + ongkos angkut penjualan + pajak.
• Paid Today : diisi dengan jumlah uang yang  dibayar pembeli atau diterima penjual dari konsumen.
• Balance Due : secara otomatis terisi angka selisih nilai transaksi (Amount) dengan jumlah yang dibayar konsumen (Paid Today). Angka ini akan menambah saldo rekening Piutang Dagang.
3. Klik tombol Record. Proses pencatatan selesai.


Pencatatan transaksi penjualan barang dagangan

Mencatat Penerimaan dari Konsumen

Penerimaan uang yang dicatat melalui menu Sales adalah semua penerimaan dari konsumen(Receive payment) yang berhubungan langsung dengan penjualan barang atau jasa aktivitasutama perusahaan. Proses pencatatan penerimaan pelunasan Piutang dilakukan dengan langkahberikut ini:

1. Pilih dan klik modul Sales – Receive Payments. Kotak dialog Receive Payments

2. Isi semua data transaksi berikut ini:

Klik dan pilih salah satu rekening (tipe Detail Cheque atau Detail Credit Card) pada bagiankiri atas kotak dialog Customer Payment – yang berfungsi untuk menampung penerimaanpembayaran (Deposit to Account) atau bisa juga pilih Group with Undeposited Funds tergantung kebijakan akuntansi perusahaan.
Klik drop-down dan pilih pelanggan yang membayar pada kotak Customer, dalam
kasus ini Portable Outlet Centre.
Pada kotak ID # : secara otomatis terisi kode penerimaan kas (customer receipts)
CR000xxx, jika Anda menghendaki keterangan yang lain isi secara manual pada bagian ini(misalnya BKM12-1).
Kotak Date : secara otomatis terisi tanggal sesuai dengan sistem komputer, jika tidak
sesuai bagian ini dapat diedit.
Kotak Amount Received : isi dengan jumlah yang dibayar oleh pelanggan atau konsumendengan cara klik isian ini setelah kolom Amount Received diisikan, maka secara otomatislangsung terisikan.
Kotak Memo : secara otomatis terisi penjelasan jurnal, ganti keterangan lain jika Anda
memerlukan.
Kolom Amount Applied : diisi dengan pendistribusian angka dari kotak isian Amount
Received.
Finance Charge : diisi dengan banyaknya jumlah denda yang dikenakan perusahaan
kepada pelanggan atas keterlambatan pelunasan piutang yang bersangkutan.

3. Klik tombol Record.
4. Klik tombol Print Later untuk menunda pencetakan faktur atau kredit memo atas diskon pelunasan yang telah diberikan.
 kotak dialog pencetakan faktur/memo kredit

5. Proses pencatatan transaksi selesai.

sumber :

4.1 Resensi Software Akuntansi MYOB

4.1 Resensi Software Akuntansi MYOB

MYOB Accounting Software adalah software akuntansi yang membantu dalam proses penjualan dan pembelian, track piutang dagang, hutang dagang (payable), pajak, dan masih banyak lagi kegiatan atau proses transaksi yang dapat dilakukan dalam software aplikasi MYOB ini, hanya dengan meng-klik beberapa tombol saja. MYOB juga memudahkan dalam mendesign accounting proses sesuai dengan yang diinginkan, sehingga lebih mudah digunakan untuk mencari informasi tentang bisnis.

Fasilitas dan Cara Kerja MYOB Accounting Plus V.12


gambar MYOB premier v12


Kelengkapan fasilitas MYOB Accounting Plus ditunjukkan dengan modul akuntansi yang dapat ditangani. Modul tersebut bekerja secara terpadu (integrated) dengan tingkat koordinasi yang sangat tinggi sehingga pekerjaan yang dilakukan oleh satu bagian akan berpengaruh ke bagian yang lain (Linked Accounts). Program MYOB dapat digunakan secara efektif dan efisien dengan cara memahami proses kerja program dalam kaitan dengan proses akuntansi (accounting process). Proses akuntansi dengan MYOB diawali dengan dicatat data awal perusahaan dan berakhir disusun laporan keuangan.
Fungsi masing-masing modul kaitannya dengan proses akuntansi menggunakan MYOB Accounting Plus V.12 adalah sebagai berikut:
• Accounts, Fasilitas ini berfungsi untuk mencatat data awal perusahaan berup pencatatan.
• Rekening, Proses pencatatan transaksi dan proses penjurnalan transaksi.
• Banking, Berfungsi untuk mencatat, mencetak bukti transaksi dan laporankeuangan perusahaan yang dalam transaksinya mengunakan modul Chequebook.
• Sales, Berfungsi untuk mencatat, menampilkan dan mencetak bukti transaksi serta laporan termasuk analisis penjualan barang dan jasa.
• Time Billin, Digunakan untuk mencatat transaksi penjualan jasa yang termasuk dalam daftar aktivitas (activity list) yang dicatat melalui menu Time Billing (untuk MYOB V.13).
• Purchases, Berfungsi untuk mencatat, menampilkan, dan mencetak bukti transaksi serta laporan termasuk analisis pembelian barang dan jasa.
• Payroll, Digunakan untuk mencatat transaksi penggajian karyawan atau pegawai, meliputi perhitungan gaji pokok, bonus dan perhitungan pajak penghasilan karyawan (untuk MYOB V.13).
• Inventory, Berfungsi untuk mencatat data barang yang diperjual belikan, menentukan  dan mengubah harga jual serta administrasi persediaan barang.
• Card File, Card File berfungsi untuk mengarsipkan data pelanggan, pemasok, data karyawan yang terkait dengan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan atau jasa.

command centre

Berikut ini adalah bagan Tahapan Kegiatan Pemrosesan Data Akuntansi dengan Menggunakan Software MYOB Accounting:
Catatan:
Kegiatan 1 – 7 : Kegiatan Setup Data Awal Perusahaan.
Kegiatan 8 – 9 : Kegiatan Entry Data Transaksi Perusahaan.
Kegiatan 10    : Kegiatan Penyajian Laporan Keuangan dan Laporan Manajemen Lainnya.


Beberapa keunggulan yang ditawarkan apabila suatu bisnis dikelola dengan mempergunakan MYOB antara lain adalah:
1. Easy of use; MYOB menawarkan kemudahan dalam penggunaannya, artinya pengguna dapat mempergunakan MYOB walaupun yang bersangkutan tidak memiliki latar belakang pembukuan sama sekali. Kuncinya adalah setup dan implementasi yang baik. Hal tersulit dan yang paling penting dalam penerapan MYOB adalah pada saat proses setup, dimana proses bisnis yang ada di dalam perusahaan di otomatisasi dengan mempergunakan alat bantu MYOB, sehingga dalam pelaksanaan kesehariannya, pengguna hanya mengikuti proses bisnis yang telah disusun sebelumnya.
2. Accounting Power; Software MYOB telah cukup lama dikembangkan dan secara berkesinambungan mengeluarkan perbaikan release. Sehingga pengelolaan informasi dengan menggunakan software MYOB cukup dapat diandalkan. Sepanjang setup yang dilakukan telah dilakukan dengan baik dan benar, MYOB dapat mengeluarkan laporan yang dapat diandalkan.
3. Feature Job dan Category yang dapat digunakan untuk pengelolaan proyek serta departmentalisasi, sehingga dapat diperoleh laporan manajemen per proyek maupun per departmen yang berguna bagi manajemen untuk mengetahui kinerja dan sebagai dasar langkah perbaikan yang harus dilakukan.
4. Proses instalasi dan maintenance yang murah. Instalasi MYOB dapat dilakukan dengan mudah dan biasanya tidak dipungut biaya maintenance tahunan, artinya walaupun release terbaru telah dikeluarkan oleh MYOB, para pengguna release sebelumnya tetap masih dapat menggunakannya, dan apabila diperlukan bisa dilakukan pembelian upgrade dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pembelian baru.
5. Tenaga kerja yang mengetahui dan paham atau setidaknya mengetahui MYOB cukup banyak ditemui di pasar. Telah banyak berkembang lembaga pendidikan baik lembaga kursus maupun lembaga pendidikan tingkat universitas yang mengajarkan software MYOB sebagai bagian dari pelajaran Accounting.
6. Dapat digunakan untuk memantau 3 tahun periode pembukuan, artinya dalam kurun 3 tahun manajemen masih dapat melihat transaksi selama 3 tahun kebelakang tanpa perlu melakukan proses tutup buku.
7. Nilai investasi yang relatif murah. Harga produk termahal adalah kurang dari USD 1.000,- (diluar training dan implementasi). Kuncinya adalah pelaksanaan setup dan implementasi. Pilihlah perusahaan yang memiliki tenaga yang telah memiliki pengalaman dalam melakukan implementasi MYOB. Lebih banyak perusahaan yang telah diimplementasikannya; tentunya lebih banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari pengalaman konsultan tersebut.
8. Jangka waktu implementasi yang relatif cepat. Sepanjang data untuk keperluan implementasi seperti data detail neraca dan rugi laba dapat anda siapkan dengan cepat; maka implementasi MYOB akan dapat diselesaikan dengan cepat pula

KELEMAHAN MYOB
1. Database MYOB merupakan database yang dikunci, artinya pengguna tidak dapat melakukan modifikasi laporan, modifikasi field di MYOB, sehingga customization apabila diperlukan relatif sulit dipenuhi oleh MYOB.
2. MYOB merupakan software buatan luar negeri sehingga tidak ada feature perpajakan di dalamnya. Pembuatan laporan yang berkaitan dengan perpajakan seperti form pelaporan PPN dan lainnya tidak tersedia di dalam MYOB dan harus dikelola di luar software MYOB.
3. Tidak ada module fixed assets, sehingga apabila perusahaan memerlukan modul untuk mengelola assets yang dimiliki maka tidak dapat dipenuhi oleh MYOB. Contoh bidang usaha yang memerlukan antara lain adalah persewaan genset yang memerlukan pengelolaan keberadaan lokasi, maintenance, jenis barang dan lainnya.
4. Kelemahan Multi Warehouse yang mengakibatkan pengelolaan atas barang konsinyasi relatif sulit dikelola di dalam MYOB.
5. MYOB tidak dapat digunakan untuk mengelola perusahaan dengan multi company, artinya laporan konsolidasi tidak dapat diharapkan dapat dibuat dengan menggunakan MYOB.
sumber :
http://sites.google.com/site/teknologiakuntansimasakini/sejarah-singkat-aplikasi-myob

Sunday, November 20, 2011

Perintah-perintah Dasar Konfigurasi Router Cisco

Perintah Dasar Konfigurasi Router Cisco
Saya ingin berbagi ilmu yang saya dapat ketika saya masih kursus Cisco CCNA di Universitas Gunadarma.  Kali ini saya hanya akan membahas tentang konfigurasi dasar pada router cisco yang pada umunya dilakukan oleh seorang administrator.  Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghubungkan port console yang ada pada router ke port COM1 yang ada pada PC. Tapi jika anda tidak mempunyai router untuk belajar, anda bisa download software cisco packet tracer. Lalu buka Hyper Terminal, dengan cara klik start, all program, accessories communications, Hyper Terminal. Pada jendela port setting klik restore defaut lalu klik ok.
Langkah 1: Masukkan privileged mode EXEC.
Router> enable
Router #

Langkah 2: Masukkan modus konfigurasi global
Router # configure terminal
Router (config) #

Langkah 3: Konfigurasi nama router sebagai R1. Masukkan perintah hostname R1 pada prompt.
Router (config) # hostname R1
R1 (config) #


Langkah 4: Nonaktifkan DNS lookup. Nonaktifkan DNS lookup dengan perintah no ip domain-lookup.
R1 (config) # no ip domain-lookup
R1 (config) #


Langkah 5: Konfigurasi EXEC mode password.
Perintah ini dipakai untuk mengencripso password dengan md5, jika memakai enable password, maka password tersebut tidak di encripsi
R1 (config) # enable secret cisco
R1 (config) #


Langkah 6: Konfigurasi pesan-dari-hari-banner.
Mengkonfigurasi pesan-dari-hari-banner menggunakan perintah spanduk motd.
R1 (config) # banner motd &


Masukkan pesan TEKS. Akhiri dengan karakter '&'.
****************************************
INI ADALAH ROUTER CISCO
****************************************
&
R1 (config) #


Langkah 7: Konfigurasi password konsol pada router.
Gunakan cisco sebagai password. Ketika Anda selesai, keluar dari mode konfigurasi baris.
R1 (config) # line console 0
R1 (config-line) # password cisco
R1 (config-line) # login
R1 (config-line) # exit
R1 (config) #

Langkah 8: Konfigurasi password untuk virtual terminal baris / telnet
Gunakan cisco sebagai password. Ketika Anda selesai, keluar dari mode konfigurasi baris.
R1 (config) # line vty 0 4
R1 (config-line) # password cisco
R1 (config-line) # login
R1 (config-line) # exit
R1 (config) #


Langkah 9: Konfigurasi antarmuka FastEthernet0 / 0.
Konfigurasi antarmuka FastEthernet0 / 0 dengan alamat IP 192.168.1.1/24.
R1 (config) # interface FastEthernet 0 / 0
R1 (config-if) # ip 192.168.1.1 255.255.255.0
R1 (config-if) #no shutdown


Langkah 10: Konfigurasi antarmuka Serial0/0/0.
Konfigurasi antarmuka Serial0/0/0 dengan alamat IP 192.168.2.1/24. Mengatur clock rate
R1 (config-if) # interface seri 0/0/0
R1 (config-if) # ip 192.168.2.1 255.255.255.0
R1 (config-if) # clock rate 64000
R1 (config-if) # shutdown tidak ada
R1 (config-if) #


Langkah 11: Kembali ke privileged EXEC mode.
Gunakan perintah akhir untuk kembali ke privileged EXEC mode.
R1 (config-if) # end
R1 #


Langkah 12: Simpan konfigurasi R1.
Simpan konfigurasi R1 menggunakan copy running-config startup-config perintah.
R1 # copy running-config startup-config

Untuk melihat hasil settingan ip address yang baru dibuat ketik perintah :
R1#show ip route
R1#show ip interface brief

Saturday, November 19, 2011

3.4 Sarbanes Oxliy Act (SOX) dan Kaitannya dengan Struktur Pengendalian Intern (SPI)

Sarbanes – Oxley Act, biasa disebut SOX, SOA atau SarbOx, bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan investor pasca skandal akuntansi dan kebangkrutan perusahaan-perusahaan besar di Amerika.

Undang-undang tersebut diprakarsai oleh Senator Paul Sarbanes (Maryland) dan Representative Michael Oxley (Ohio). Undang-undang ini diterbitkan sebagai jawaban dari Kongres Amerika Serikat terhadap berbagai skandal pada beberapa korporasi besar seperti: Enron dan kemudian diikuti oleh WorIdCom, Qwest, Tyco, HeaIthSouth dan lain-lain, yang juga melibatkan beberapa Kantor Akuntan Publik (KAP) yang termasuk dalam kelompok lima besar "the big five" seperti: Arthur Andersen, PWC, dan KPMG.

Dengan diberlakukannya undang-undang Sarbanes Oxley 2002 yang ditandatangani oleh Presiden George Walker Bush pada 30 Juli 2002 diharapkan dapat membawa dampak positif bagi berbagai profesi, antara lain : akuntan publik bersertifikat (CPA); kantor akuntan publik (KAP); perusahaan yang memperdagangkan sahamnya (listed di bursa US (termasuk direksi, komisaris, karyawan, dan pemegang saham); perantara (broker); penyalur (dealer); pengacara yang berpraktik untuk perusahaan publik; investor perbankan serta para analis keuangan.

Dengan adanya undang-undang SOX (Sarbanes Oxley Act) ini, Pemerintah dapat mengatur perusahaan melalui berbagai cara, baik melalui pembentukan undang-undang maupun berbagai peraturan pelaksanaan lainnya.

Pemerintah melakukan regulasi dengan tujuan agar terjadi persaingan yang sehat diantara pelaku usaha. Selain itu juga untuk menyeleraskan ketidakseimbangan kekuatan diantara pelaku usaha, konsumen secara individu, dan masyarakat pada umumnya.
Masyarakat baik dalam arti individu maupun kelompok sangat membutuhkan adanya suatu lembaga yang mengatur dan melindungi kepentingan mereka terutama terhadap barang/jasa publik.

Tujuan dari adanya pengaturan tersebut adalah berkaitan dengan 5 (lima) hal sebagai berikut :
1. Mengatur persaingan (regulate competition)
2. Melindungi konsumen (protect consumers)
3. Mendorong keadilan dan keselamatan (promote equity and safety)

Sumber:

3.3 Elemen Struktur Pengendalian Intern

Ada 5 elemen dalam Struktur Pengendalian Intern (SPI) :
            1.      Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
Lingkungan pengendalian perusahaan mencakup sikap para manajemen dan karyawan terhadap pentingnya pengendalian yang ada di organisasi tersebut. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap lingkungan pengendalian adalah filosofi manajemen (manajemen tunggal dalam persekutuan atau manajemen bersama dalam perseroan) dan gaya operasi manajemen (manajemen yang progresif atau yang konservatif), struktur organisasi (terpusat atau ter desentralisasi) serta praktik kepersonaliaan. Lingkungan pengendalian ini amat penting karena menjadi dasar keefektifan unsur-unsur pengendalian intern yang lain.
2.      Penilaian Resiko (Risk Assesment)
Semua organisasi memiliki risiko, dalam kondisi apapun yang namanya risiko pasti ada dalam suatu aktivitas, baik aktivitas yang berkaitan dengan bisnis (profit dan non profit) maupun non bisnis. Suatu risiko yang telah di identifikasi dapat di analisis dan evaluasi sehingga dapat di perkirakan intensitas dan tindakan yang dapat meminimalkannya.

           3.      Prosedur Pengendalian (Control Procedure)
Prosedur pengendalian ditetapkan untuk menstandarisasi proses kerja sehingga menjamin tercapainya tujuan perusahaan dan mencegah atau mendeteksi terjadinya ketidakberesan dan kesalahan. Prosedur pengendalian meliputi hal-hal sebagai berikut:
  •          Personil yang kompeten, mutasi tugas dan cuti wajib.
  •          Pelimpahan tanggung jawab.
  •          Pemisahan tanggung jawab untuk kegiatan terkait.
  •          Pemisahan fungsi akuntansi, penyimpanan aset dan operasional. 

             4.      Pemantauan (Monitoring)
Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern akan menemukan kekurangan serta meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian intern dapat di monitor dengan baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen. Usaha pemantauan yang terakhir dapat dilakukan dengan cara mengamati perilaku karyawan atau tanda-tanda peringatan yang diberikan oleh sistem akuntansi.
Penilaian secara khusus biasanya dilakukan secara berkala saat terjadi perubahan pokok dalam strategi manajemen senior, struktur korporasi atau kegiatan usaha. Pada perusahaan besar, auditor internal adalah pihak yang bertanggung jawab atas pemantauan sistem pengendalian intern. Auditor independen juga sering melakukan penilaian atas pengendalian intern sebagai bagian dari audit atas laporan keuangan.

            5.      Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
Informasi dan komunikasi merupakan elemen-elemen yang penting dari pengendalian intern perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian dan monitoring diperlukan oleh manajemen Winnebago pedoman operasional dan menjamin ketaatan dengan pelaporan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku pada perusahaan.
Informasi juga diperlukan dari pihak luar perusahaan. Manajemen dapat menggunakan informasi jenis ini untuk menilai standar eksternal. Hukum, peristiwa dan kondisi yang berpengaruh pada pengambilan keputusan dan pelaporan eksternal.

Sumber :

3.2 Struktur Pengendalian Intern

Pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Prosedur-prosedur pengendalian khusus yang digunakan dalam sistem pengendalian intern dan pengendalian manajemen mungkin dikelompokkan  menggunakan empat kelompok pengendalian internal berikut ini:

  •          Pengendalian untuk Pencegahan, Pengendalian untuk Pemeriksaan, dan Pengendalian Korektif
  •          Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi
  •          Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi
  •          Pengendalian Input, proses, dan output

Tujuan Pengendalian tersebut sangat sulit dicapai karena:
·         Perubahan-perubahan sangat cepat yang dihadapi perusahaan modern.
·         Risiko-risiko yang semakin banyak dihadapi suatu entitas.
·         Penggunaan teknologi komputer yang membutuhkan pengendalian tambahan dalam struktur pengendaliannya.
·         Faktor-faktor manusia, dimana pengendalian diterapkan melalui manusia.
Pengendalian intern dirancang untuk:

  •          Keefektifan dan efisiensi dari operasi.
  •          Keandalan pelaporan keuangan.
  •          Ketaatan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
  •          Menjaga kekayaan suatu organisasi.

Sumber :

3.1 Penjelasan Eksposur

Eksposur merupakan objek yang rentan terhadap resiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila resiko yang diprediksikan benar-benar terjadi.  Eksposur yang paling umum berkaitan dengan ukuran keuangan, misalnya harga saham, laba, pertumbuhan penjualan dan sebagainya.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya resiko :

-      Frekuensi : makin sering suatu kejadian dilakukan  maka semakin banyak risiko yang akan terjadi. Contohnya, perusahaan  yang banyak melakukan transaksi penjualan akan berisiko salah memasukkan data transaksi penjualan.

-      Kerentanan : makin rentan suatu aset, semakin besar risiko yang akan terjadi pada aset itu. Contohnya, kas sangat rentan dicuri daripada aktiva lainnya.

-    Ukuran : semakin besar nilai moneter dari kerugian potensial , semakin besar eksposur risikonya. Contohnya, suatu arsip piutang usaha menunjukkan eksposur risiko yang tinggi karena mengandung informasi penting tentang jumlah yang akan ditagih ke pelanggan dan kejadian lainnya yang memengaruh   pelanggan kredit.


Sumber :